Kreativitas di Balik Persiapan KKN Samosir
Melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Samosir merupakan salah satu momen berkesan saat saya menempuh studi di Universitas Gadjah Mada (UGM). Sebagai bagian dari persiapan dan upaya penggalangan dana secara mandiri untuk mendukung program KKN tersebut, saya berinisiatif membuat beberapa desain kaos bertemakan kebudayaan Samosir dan Batak untuk dipasarkan.
Tidak sekadar visual, setiap desain yang saya buat memiliki arti, filosofi, dan maksud mendalam yang terinspirasi dari kearifan lokal masyarakat setempat. Berikut adalah koleksi desain beserta cerita di baliknya:
1. Desain #1: "Batak"
- Arti: "Mahalnya tempat kelahiran nenek moyang".
- Maksud Desain: Melalui karya ini, saya ingin menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga, menghormati, dan melestarikan kebudayaan serta tanah leluhur Batak di mana pun kita berada.
Umpasa (pantun khas Batak) lengkap pada desain ini berbunyi: "Sahat-sahat ni solu, sahat-sahat di bontean. Sahat ma hamu diparhorasan, sahat tu panggabean."
Arti: "Sampai di perahu, sampailah ke pelabuhan. Sampailah kalian pada keselamatan, dan sampailah kepada kesejahteraan."
Maksud Desain: Umpasa ini membawa pesan filosofis tentang hukum tabur-tuai; sebuah harapan agar kita senantiasa banyak memberi kebaikan, sehingga kelak juga akan banyak menerima keberkahan dan kesejahteraan hidup.
Melalui proyek desain ini, saya tidak hanya belajar mengenai proses kreatif pembuatan merchandise, tetapi juga mendalami kekayaan filosofi budaya yang ada di Samosir. Mana di antara keempat desain di atas yang paling menarik perhatian Anda?
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
Komentar
Posting Komentar