Subbab 1.2.1: Peristiwa Rangkulan Jibril di Perut Malam Malam itu, di penghujung bulan Ramadhan saat alam semesta diselimuti keheningan yang pekat, momen paling menentukan dalam sejarah peradaban manusia tiba. Muhammad bin Abdullah sedang berada di dalam puncaknya tahannuth di Gua Hira. Ketiadaan cahaya kota dan riuk keramaian Makkah menjadikan malam di puncak Jabal Nur itu penuh dengan kekhusyukan yang mendalam. Tanpa ada tanda-tanda alam yang mendahuluinya secara fisik, keheningan gua itu mendadak terpecah oleh hadirnya sesosok wujud yang sangat agung. Malaikat Jibril 'Alaihissalam—pembawa wahyu langit—menampakkan dirinya dalam wujud asli yang memenuhi ufuk. Kehadirannya membawa aura spiritual yang amat dahsyat, menembus batas-batas alam fisik menuju alam gaib. Dekapan Pertama yang Menggetarkan Jiwa Jibril mendekati Muhammad yang tertegun dan menyampaikan satu perintah singkat yang asing di telinga seorang yang ummi (tidak bisa membaca dan menulis): "Bacalah!" ( Iqra...
Semua hal dari sudut pandang pemilik sekaligus penulis blog ... :)