Langsung ke konten utama

Postingan

Desain kaos dan arti serta maksud kandungan kata

Kreativitas di Balik Persiapan KKN Samosir Melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Samosir merupakan salah satu momen berkesan saat saya menempuh studi di Universitas Gadjah Mada (UGM). Sebagai bagian dari persiapan dan upaya penggalangan dana secara mandiri untuk mendukung program KKN tersebut, saya berinisiatif membuat beberapa desain kaos bertemakan kebudayaan Samosir dan Batak untuk dipasarkan. Tidak sekadar visual, setiap desain yang saya buat memiliki arti, filosofi, dan maksud mendalam yang terinspirasi dari kearifan lokal masyarakat setempat. Berikut adalah koleksi desain beserta cerita di baliknya: 1. Desain #1: "Batak" Desain pertama ini menonjolkan kata "Batak" dengan pendekatan visual yang minimalis. Secara tekstual, penulisan dan definisi kata ini saya adaptasi langsung dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) untuk memberikan kesan edukatif sekaligus memperkuat identitas budaya. 2. Desain #2: "Horas!!! Orang Batak Indonesia" Horas mer...

Mengingat dan Mengenang Masa SMA di SMA Negeri 1 Dayeuhluhur

Mengingat dan Mengenang Masa SMA di SMA Negeri 1 Dayeuhluhur Kenangan Berseragam Abu-Abu di SMANDAY: Sebuah Catatan Rindu Assalamualaikum Wr. Wb. Alhamdulillah, puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesempatan dan kesehatan bagi saya untuk menulis di sela-sela kesibukan awal perkuliahan semester 5 ini. Tulisan ini hadir dari rasa rindu yang mendalam—sebuah refleksi setelah sekian lama tidak bersua dengan kenangan masa lalu. Kali ini terasa istimewa. Jika biasanya saya hanya menjadi pembaca setia di berbagai blog atau situs lain, hari ini saya ingin menuangkan kisah dan kenangan sendiri. Menuliskan ingatan dan refleksi diri ternyata memberikan pengalaman yang sangat menyenangkan. Melihat kembali foto-foto lama, memori saya langsung terlempar ke masa-masa SMA. Kami, 39 siswa pejuang kelas XII di SMA Negeri 1 Dayeuhluhur (SMANDAY)—sekolah yang bagi kami selalu menjadi yang terbaik dan tak tergantikan. Melihat foto-foto lama ini sukses membawa saya kembali menyusuri lo...

Panduan Teknik Radiografi Dental: Bisecting Angle Positioning

Dalam praktik kedokteran gigi dan radiologi dental, teknik bisecting angle ( teknik sudut bagi ) merupakan salah satu metode radiografi intraoral yang sangat krusial. Teknik ini sering digunakan ketika penempatan film/sensor secara paralel tidak memungkinkan akibat keterbatasan anatomi pasien. Berikut adalah uraian lengkap mengenai prinsip dasar, langkah prosedur, serta kelebihan dan keterbatasan teknik bisecting angle . Prinsip Dasar Bisecting Angle Teknik ini didasarkan pada prinsip geometri Cieszynski's Rule of Isomorphism . Prinsip dasarnya adalah: Sumbu Panjang Gigi: Garis khayal yang melewati sumbu memanjang gigi. Sumbu Film/Sensor: Garis sejajar dengan permukaan film radiografi yang ditempatkan di balik gigi. Garis Bisektor (Bisection Line): Garis khayal yang membagi dua sudut yang terbentuk antara sumbu panjang gigi dan sumbu film. Arah Sinar-X (Central Ray): Berkas sinar utama diarahkan tegak lurus ( $90^\circ$ ) terhadap garis bisektor tersebut, tepat melewati daera...

Tinjauan Fisiologi dan Klinis: Keseimbangan Cairan Tubuh

MAKALAH TINJAUAN FISIOLOGI DAN KLINIS : KESEIMBANGAN CAIRAN TUBUH Mata Kuliah Patologi Klinik PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN GIGI FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS GADJAH MADA TAHUN AJARAN 2013/2014 Disusun Oleh : KELOMPOK 1 ANGGOTA : 1.        DIDING PAUJI                             (09155) 2.        CHATARINA INDAH PURANTI (0 9116 ) 3.        TIRZA LONGKUTOY                  (0 9132) 4.        NURUL SETYO W                       (0 9145)   1. Pendahuluan & Konsep Dasar Cairan tubuh merupakan komponen utama dalam mempertahankan homeostasis dan kebutuhan dasar fisiologis manusia...

Mengenal Perbedaan Hepatitis A, B, C, D, dan E: Penyebab, Penularan, serta Pencegahannya

Hepatitis merupakan istilah medis untuk peradangan atau pembengkakan pada organ hati ( liver ). Hati adalah organ vital yang menjalankan ratusan fungsi penting, mulai dari menyaring racun, memproduksi cairan empedu, hingga mengatur metabolisme tubuh. Oleh karena itu, gangguan pada hati dapat berdampak serius bagi kesehatan secara keseluruhan. Secara umum, terdapat 5 jenis virus utama penyebab hepatitis yang dikenal dengan abjad A, B, C, D, dan E . Walaupun kelimanya menunjukkan gejala klinis yang serupa, tiap virus memiliki karakteristik tersendiri dalam hal cara penularan, tingkat keparahan, serta pencegahannya. Klasifikasi Sifat Penyakit: Akut vs Kronis Dalam istilah medis, infeksi hepatitis terbagi menjadi dua kategori utama: Hepatitis Akut: Infeksi yang terjadi dalam waktu singkat. Pasien biasanya dapat pulih total dalam beberapa minggu hingga bulan tanpa kerusakan hati permanen. Hepatitis Kronis: Infeksi berlanjut yang berlangsung jangka panjang (lebih dari 6 bulan) atau seum...