Sabtu, 17 November 2012

Pengadaan Bus Batik Solo Habiskan Dana Rp28,7 Miliar

ilustrasi, Bus TransJakarta
ilustrasi, Bus TransJakarta
SOLO- Pemkot Solo, Jawa Tengah, mengajukan penambahan anggaran senilai Rp28,7 miliar untuk pengadaan Bus Batik Solo Trans (BST) dan lanjutan pembangunan Terminal Tirtonadi dalam Pengajuan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2013.

Alasan pengajuan penambahan senilai Rp28.706.826.000 adalah diprioritaskan pada pengadaan bus BST, pembangunan gedung terminal lanjutan, serta pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang keselamatan transportasi darat tahun 2013.

Kepala Dishubkominfo Solo, Yosca Herman Soedrajad, mengatakan, untuk pengadaan bus BST akan ditambah 12 unit armada pada 2013 mendatang.

Masing-masing armada membutuhkan anggaran hingga Rp500 juta, sehingga jika dikalkulasi dana yang dibutuhkan mencapai Rp6 miliar.

Pengadaan bus ini untuk memenuhi koridor dua dan tiga yang setidaknya membutuhkan 40 armada. Rencananya, koridor 2 bakal mengambil rute Kartasura-Gendengan-Kotabarat-Jalan Yosodipuro - Jalan Gajahmada - Palur.

Sedangkan BST koridor 3, akan melayani rute Jalan Adi Sucipto-Manahan-Gendengan-Nonongan-Solo Baru.

“Sisanya yang belum bisa dipenuhi kami ajukan ke pusat. Jadi kami harapkan pusat juga bisa memberi bantuan,” kata Yosca kepada wartawan di Solo, Jawa Tengah, Selasa (13/11/2012).

Pemkot Solo mengklaim, operasional BST koridor satu mampu menarik penumpang hingga 67 persen. Bahkan, sejak dibuat bisa menambahkan 15 persen konsumen baru, artinya dengan kondisi ini BST korodor satu berjalan baik dan terus mengalami kenaikan penumpang.
(kem)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Followers